Sosialisasi Pelestarian Naskah Kuno di Kecamatan Banjar Berakhir, Dorong Sinergi Jaga Warisan Budaya
Banjar, 30 April 2026 — Kegiatan sosialisasi pendataan dan pelestarian naskah kuno yang diselenggarakan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buleleng resmi berakhir pada Kamis (30/4). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Camat Banjar ini menghadirkan narasumber dari UPTD Gedong Kertya dan diikuti oleh jajaran pegawai kecamatan serta para perbekel dari sejumlah desa di wilayah Kecamatan Banjar.
Acara dibuka oleh Sekretaris Camat Banjar, Ni Luh Srinadi Ajeng Kartini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pelestarian naskah kuno sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya yang perlu dijaga secara berkelanjutan.
Perwakilan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buleleng, Kepala Bidang Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Kadek Dami, turut memberikan sambutan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menginventarisasi sekaligus menjaga keberadaan naskah-naskah kuno yang tersebar di masyarakat.
Materi utama disampaikan oleh Kepala UPTD Gedong Kertya, Dewa Ayu Putu Susilawati. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya pelestarian warisan budaya melalui upaya pengembangan, pengolahan, serta alih media naskah kuno agar tetap dapat diakses oleh generasi mendatang tanpa merusak bentuk aslinya.
Kegiatan ini dihadiri oleh perbekel dari Desa Pedawa, Banyuatis, Kayuputih, Munduk, Gesing, Banyuseri, Gobleg, dan Tirtasari, yang juga didampingi oleh Kelian Banjar Dinas masing-masing. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung.
Salah satu perbekel, dari Desa Gesing, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sosialisasi ini. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi motivasi bagi desa untuk lebih memperhatikan naskah kuno yang selama ini tersimpan namun belum terawat dengan baik.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga serta merawat naskah kuno sebagai bagian dari khazanah budaya lokal Bali. Upaya ini dinilai penting agar nilai-nilai luhur warisan leluhur tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.