(0362) 92503
banjar@bulelengkab.go.id
Kecamatan Banjar

Sampi Grumbungan Competition Meriahkan Lovina Festival 2026, Hidupkan Tradisi dan Perkuat Potensi Peternakan Lokal

Admin banjar | 27 Juli 2026 | 33 kali

Sampi Grumbungan Competition Meriahkan Lovina Festival 2026, Hidupkan Tradisi dan Perkuat Potensi Peternakan Lokal

BULELENG – Tradisi dan potensi peternakan lokal kembali mendapat ruang dalam rangkaian Lovina Festival 2026 melalui ajang Sampi Grumbungan Competition. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Umum Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Senin (27/7/2026), diikuti sebanyak 16 peserta.

Sampi Grumbungan Competition secara resmi dibuka oleh Asisten II Setda Kabupaten Buleleng, Putu Reika Nurhaeni, S.Sos., M.A.P. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Banjar Putu Widiawan bersama jajaran dan masyarakat yang antusias menyaksikan jalannya perlombaan.

Pemerintah Kabupaten Buleleng mengangkat tradisi Sampi Grumbungan sebagai bagian dari Lovina Festival 2026 sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan warisan budaya lokal. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Buleleng sekaligus memperkuat potensi peternakan sapi Bali sebagai salah satu identitas daerah.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan penyelenggaraan Lomba Sampi Grumbungan memiliki makna yang lebih luas dari sekadar kompetisi. Kegiatan tersebut menjadi wadah apresiasi terhadap potensi sapi Bali lokal sekaligus mendorong pelestarian tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini, generasi muda diharapkan semakin mengenal dan mencintai budaya lokal. Selain itu, keberadaan Sampi Grumbungan juga dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkaya rangkaian kegiatan Lovina Festival 2026.

Dengan menggabungkan unsur budaya, tradisi, peternakan, dan pariwisata, Sampi Grumbungan Competition diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi untuk menjaga warisan leluhur sekaligus mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Kehadiran masyarakat dan wisatawan dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat di tengah perkembangan zaman. Melalui Lovina Festival 2026, Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong agar kekayaan budaya dan potensi daerah dapat terus hidup, berkembang, dan semakin dikenal secara luas.