(0362) 92503
banjar@bulelengkab.go.id
Kecamatan Banjar

CAMAT BANJAR APRESIASI DEMONSTRASI PLOT BUDIDAYA PADI PM-AAS, DORONG INOVASI PERTANIAN MODERN

Admin banjar | 23 Oktober 2026 | 5 kali

BANJAR, Jumat, 23 Oktober 2026 — Camat Banjar, Putu Widiawan, bersama Kapolsek Banjar, Danramil, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Bali, Dinas Pertanian Kecamatan Banjar, Perbekel Desa Banjar, Kelian Subak, serta krama Subak Ambengan Desa Banjar, menghadiri kegiatan demonstrasi plot (demplot) budidaya padi dengan metode PM-AAS (Pertanian Modern Advanced Agriculture System), Jumat (23/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Camat Banjar menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan demplot budidaya padi PM-AAS sebagai salah satu upaya mendorong inovasi di sektor pertanian. Camat Banjar juga turut mencoba menanam padi menggunakan metode tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan teknologi pertanian modern yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Metode PM-AAS yang diterapkan dalam kegiatan demplot ini menggabungkan prinsip TABELA (*Tanam Benih Langsung*) dan metode HAZTON. Perpaduan kedua pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus mengoptimalkan hasil panen. Potensi peningkatan hasil hingga dua kali lipat dibandingkan metode konvensional menjadi salah satu hal yang ingin diamati dan dibuktikan melalui penerapan metode ini di lapangan.

TABELA merupakan metode penanaman dengan menempatkan benih padi secara langsung di lahan tanpa melalui proses persemaian dan pemindahan bibit. Sementara itu, metode HAZTON menggunakan bibit padi berusia lebih tua, yakni sekitar 25–35 hari setelah semai, dengan jumlah bibit yang relatif padat, sekitar 20–30 batang per lubang tanam.

Melalui kombinasi kedua pendekatan tersebut, PM-AAS diharapkan dapat membantu mengefisienkan penggunaan tenaga kerja, waktu, air, dan biaya produksi. Kendati demikian, keberhasilan penerapannya tetap memerlukan pengelolaan air yang tepat, pengendalian gulma, pemupukan berimbang, serta pemantauan dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) secara berkala.

Kegiatan demplot ini tidak hanya menjadi sarana penerapan teknologi budidaya padi, tetapi juga berfungsi sebagai ruang belajar bersama bagi petani dan penyuluh pertanian. Melalui pengamatan langsung terhadap pertumbuhan tanaman, evaluasi penerapan teknologi, dan pertukaran pengalaman di lapangan, petani diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai efektivitas metode PM-AAS.

Sinergi antara pemerintah, aparat kewilayahan, dinas terkait, pemerintah desa, dan krama subak menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan sektor pertanian. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong petani untuk terus berinovasi, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Banjar.

Pemerintah Kecamatan Banjar berharap penerapan metode PM-AAS dapat menjadi salah satu alternatif inovasi pertanian yang dapat dievaluasi secara berkelanjutan berdasarkan hasil nyata di lapangan, sehingga teknologi yang terbukti efektif dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.