(0362) 92503
banjar@bulelengkab.go.id
Kecamatan Banjar

POL PP KECAMATAN BANJAR DAMPINGI SOSIALISASI KIE PENANGGULANGAN BENCANA CUACA EKSTREM DAN GEMPA BUMI DI DESA BANYUATIS

Admin banjar | 22 Oktober 2026 | 31 kali


Banyuatis, Kamis, 22 Oktober 2026 — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Banjar melaksanakan pendampingan kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Penanggulangan Bencana Cuaca Ekstrem dan Gempa Bumi yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Banyuatis, Banjar Dinas Tengah, Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA hingga 11.00 WITA ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, khususnya cuaca ekstrem dan gempa bumi.

Tim sosialisasi BPBD Kabupaten Buleleng dipimpin oleh Analis Kebencanaan Ahli Muda, I Gede Mahendra, S.T., M.M. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Perbekel Desa Banyuatis, para kepala dusun se-Desa Banyuatis, anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), Babinsa, serta unsur terkait lainnya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai macam dan jenis bencana, teknik serta tata cara evakuasi korban, hingga praktik evakuasi korban sebagai bentuk simulasi penanganan keadaan darurat. Materi ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan praktis kepada peserta agar mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi bencana.

Pendampingan yang dilaksanakan oleh Trantib Satpol PP Kecamatan Banjar merupakan bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat serta penguatan koordinasi antara pemerintah desa, BPBD, dan unsur keamanan wilayah dalam menghadapi potensi bencana.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Banyuatis semakin memahami langkah-langkah penyelamatan diri, prosedur evakuasi, dan pentingnya kerja sama dalam penanggulangan bencana. Dengan demikian, risiko serta dampak yang ditimbulkan oleh bencana cuaca ekstrem dan gempa bumi dapat diminimalkan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan unsur kewilayahan diharapkan terus terjalin guna mewujudkan masyarakat yang tangguh, sigap, dan siap menghadapi bencana.