(0362) 92503
banjar@bulelengkab.go.id
Kecamatan Banjar

Camat Banjar Hadiri Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali di Desa Adat Tirtasari Dorong Partisipasi Aktif Yowana dan Siswa Sebagai Generasi Penerus Adat dan Budaya Bali

Admin banjar | 21 Februari 2026 | 103 kali

Banjar — Kegiatan Bulan Bahasa Bali ke-VIII Desa Tirtasari resmi dilaksanakan di lingkungan SDN 1 Tirtasari dengan dihadiri Camat Banjar, Putu Widiawan. Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian bahasa, adat, dan budaya Bali, khususnya bagi generasi muda.

Ketua panitia dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kelestarian adat dan budaya Bali melalui pikiran dan perilaku yang bersih, sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Provinsi Bali yakni visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Tahun ini, Bulan Bahasa Bali mengusung tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa”, yang menekankan penyucian dan penguatan jiwa melalui budaya.

Pelaksanaan kegiatan ini didukung dana hibah sebesar Rp10 juta dari Pemerintah Provinsi Bali. Kelian Adat Desa Tirtasari, Putu Ardita, mengajak seluruh krama untuk menjaga bahasa serta adat budaya Bali. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai budaya sekaligus mewariskannya kepada generasi muda.

Apresiasi juga datang dari Majelis Desa Adat yang menilai Desa Tirtasari telah menjalankan kewajiban moral dalam menjaga dan menularkan budaya Bali kepada generasi penerus.

Sementara itu, Camat Banjar Putu Widiawan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang berjalan lancar. Ia menekankan pentingnya melibatkan anak-anak sekolah dasar dalam setiap pelaksanaan Bulan Bahasa Bali agar tujuan kaderisasi budaya dapat tercapai. Menurutnya, pelestarian bahasa, busana, dan adat Bali harus dilakukan secara berkelanjutan agar tidak tergerus zaman.

Sebagai penutup rangkaian acara pembukaan, Camat Banjar secara resmi membuka Bulan Bahasa Bali ke-VIII Desa Tirtasari. Kegiatan diisi dengan berbagai lomba, antara lain lomba pidarta (pidato), lomba mesatua (bercerita), serta lomba nyurat aksara Bali, yang seluruhnya bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Bali.