Banjar — Kasubag Umum dan Keuangan Kecamatan Banjar, Made Suardana, menghadiri hari kedua dan ketiga kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Perencanaan Kebutuhan Pengembangan Kompetensi atau Human Capital Development Plan (HCDP) yang diselenggarakan oleh BKPSDM Kabupaten Buleleng. Kegiatan dimulai pukul 08.30 WITA dan menghadirkan narasumber dari Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI).
Narasumber yang mengisi kegiatan tersebut adalah Widyaiswara Ahli Muda LAN RI, Indra Maulana, S.IP., M.Si., serta Analis Kebijakan Ahli Pertama LAN RI, Masrully, S.IP. Keduanya memberikan penguatan materi terkait penyusunan perencanaan pengembangan kompetensi aparatur.
Secara esensial, materi pada hari kedua dan ketiga memiliki fokus yang sama, yakni penegasan pemahaman materi pendukung sebagai rujukan praktikum dalam pengisian data pada tabel yang mengacu pada KepLAN 604. Peserta mendapatkan pendampingan dalam proses pengisian data yang secara garis besar merujuk pada dokumen Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029 masing-masing perangkat daerah.
Dalam konteks Kecamatan Banjar, penyusunan tersebut mengacu pada tujuan dan sasaran organisasi yang mencakup empat hal utama, yakni terwujudnya kinerja penyelenggaraan pemerintahan perangkat daerah yang adaptif, optimalnya pelayanan publik di kecamatan, meningkatnya kinerja pemberdayaan masyarakat, serta meningkatnya kinerja pemerintahan desa di wilayah kecamatan.
Selain itu, peserta juga diarahkan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin muncul dalam pencapaian sasaran tersebut, baik yang bersifat learning problem (berkaitan dengan sumber daya manusia) maupun non-learning problem. Dari pemetaan tersebut, peserta dituntut menentukan kebutuhan kompetensi yang relevan untuk menjawab tantangan organisasi.
Pada sesi kedua hari ketiga, peserta diperkenalkan simulasi penginputan Individual Development Plan (IDP). IDP berfungsi sebagai instrumen peningkatan kinerja, perencanaan karier jangka panjang, serta memastikan potensi individu selaras dengan tujuan organisasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan aparatur mampu merancang pengembangan kompetensi secara terarah dan strategis guna mendukung peningkatan kinerja organisasi perangkat daerah.