(0362) 92503
banjar@bulelengkab.go.id
Kecamatan Banjar

Bupati Buleleng Sampaikan Progres dan Rencana Percepatan Penanganan Bencana di Banjar pada Pers Rilis di Posko Polsek Banjar

Admin banjar | 08 Maret 2026 | 155 kali

BANJAR – Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar rapat koordinasi penanganan pascabencana banjir bandang yang berlangsung di Posko Bencana Polsek Banjar, Kecamatan Banjar, Minggu (8/3/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra bersama unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Basarnas, Camat Banjar Putu Widiawan, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam rapat tersebut dibahas langkah-langkah penanganan darurat serta upaya pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Buleleng. Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat lima kecamatan di Kabupaten Buleleng yang terdampak bencana, dengan Kecamatan Banjar menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah.

Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra dalam arahannya menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak bencana.

“Kebutuhan mendesak masyarakat saat ini adalah kebutuhan sehari-hari. Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan, sementara kita siapkan tenda darurat. Selain itu, kita juga menyalurkan perlengkapan memasak, alat makan, sembako, serta mendistribusikan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sutjidra.

Ia menjelaskan bahwa distribusi bantuan air bersih terus dilakukan mengingat sejumlah sumber air di beberapa desa tertutup material akibat banjir bandang. Pemerintah Provinsi Bali juga telah membantu dengan mengirimkan tiga tandon air berkapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, bantuan juga datang dari berbagai pihak seperti TNI, Polri, PMI, serta sejumlah lembaga lainnya yang turut mendukung penanganan darurat di lokasi bencana.

Terkait penetapan status bencana, Bupati Sutjidra menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih melakukan kajian secara mendalam sebelum menetapkan status resmi bencana. Namun demikian, berbagai langkah penanganan darurat telah dilakukan melalui koordinasi lintas instansi.

“Kita masih melakukan kajian lebih lanjut terkait penetapan status bencana. Namun respon cepat sudah kita lakukan, mulai dari koordinasi antar instansi, penanganan di lokasi, hingga pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Basarnas Buleleng Adonny dalam rapat tersebut memaparkan perkembangan operasi pencarian dan penyisiran pascabencana. Tim Basarnas bersama unsur gabungan telah melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai mulai dari jembatan Banjar hingga ke muara.

Menurutnya, penyisiran juga dilakukan di wilayah pesisir dan perairan laut dengan menggunakan sejumlah peralatan pencarian guna memastikan tidak ada korban yang terlewat.

“Hari pertama hingga saat ini tim terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai hingga ke muara. Kami juga melakukan pencarian di wilayah pesisir dan laut untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus,” ungkap Adonny.

Melalui rapat koordinasi ini, seluruh instansi terkait berkomitmen untuk memperkuat sinergi dalam penanganan bencana, mulai dari proses pencarian korban, pembersihan material, hingga pemulihan kondisi masyarakat yang terdampak.

Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap upaya penanganan darurat dan pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan baik sehingga masyarakat yang terdampak dapat segera kembali menjalani aktivitas seperti semula.