BULELENG, Rabu, 14 Oktober 2026 – Camat Banjar menghadiri kegiatan High Level Meeting Implementasi dan Evaluasi Penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) pada Pemerintah Kabupaten Buleleng, yang dirangkaikan dengan peluncuran platform digital KILAT DEN BUKIT (Kelola Belanja Nontunai Terintegrasi). Kegiatan tersebut berlangsung di Lovina Heaven, Kabupaten Buleleng, dan dihadiri sekitar 150 peserta dari unsur perangkat daerah serta pihak terkait.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya mendorong transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah, khususnya dalam mewujudkan tata kelola belanja pemerintah yang lebih cepat, efisien, transparan, akuntabel, dan terintegrasi.
Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Buleleng menyampaikan bahwa pemanfaatan Kartu Kredit Indonesia di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng masih perlu terus dioptimalkan. Beberapa hal yang menjadi perhatian meliputi peningkatan pemanfaatan KKI, penyederhanaan proses pengajuan hingga pertanggungjawaban belanja, penguatan integrasi sistem transaksi, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.
Selain itu, penguatan ekosistem digital juga menjadi perhatian, terutama melalui keterlibatan penyedia barang dan jasa serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai mitra dalam transaksi nontunai pemerintah daerah.
Sebagai salah satu langkah konkret untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng memperkenalkan inovasi KILAT DEN BUKIT, yaitu Kelola Belanja Nontunai Terintegrasi. Platform ini diharapkan dapat mendukung percepatan proses belanja digital serta memperkuat keterhubungan sistem dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Buleleng menyambut baik implementasi Kartu Kredit Indonesia dan peluncuran platform digital tersebut. Bupati menekankan pentingnya optimalisasi penggunaan KKI di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Melalui transaksi nontunai, pembayaran belanja pemerintah diharapkan menjadi lebih praktis tanpa harus menggunakan uang tunai. Setiap transaksi juga diharapkan dapat tercatat dengan baik sehingga memudahkan pemantauan, meningkatkan transparansi, serta memperkuat pertanggungjawaban penggunaan anggaran daerah.
Kehadiran KILAT DEN BUKIT diharapkan menjadi bagian dari penguatan digitalisasi pengelolaan keuangan daerah sekaligus mendorong penerapan sistem belanja pemerintah yang lebih tertib, efisien, dan terintegrasi.
Partisipasi Camat Banjar dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital, khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.
Melalui semangat Buleleng PATEN (Produktif, Adaptif, Tuntas, Emansipatif, Nyata) dan KCB Pasti BISA, diharapkan transformasi digital dapat terus mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik di Kabupaten Buleleng.