(0362) 92503
banjar@bulelengkab.go.id
Kecamatan Banjar

Kasi PATEN Kecamatan Banjar Hadiri Rakor P2 Bahas Pengendalian Penyakit Menular

Admin banjar | 12 Mei 2026 | 56 kali

Kasi PATEN Kecamatan Banjar Hadiri Rakor P2 Bahas Pengendalian Penyakit Menular

Buleleng, 12 Mei 2026 — Kasi PATEN Kecamatan Banjar, Ni Made Swastrini bersama staf menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) yang dilaksanakan di Lovina Heaven Boutique Resort, Selasa (12/5).

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama, kemudian dilanjutkan sambutan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng yang dibacakan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, Nyoman Budiastawan, SKM., MAP, sekaligus membuka secara resmi kegiatan rakor tersebut.

Dalam sambutannya, Nyoman Budiastawan menyampaikan bahwa penyakit menular masih menjadi tantangan serius di masyarakat. Pemerintah saat ini fokus pada percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC), penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD), serta pengendalian HIV/AIDS dan malaria.

Ia menegaskan bahwa penanggulangan penyakit tidak dapat dilakukan sendiri oleh Dinas Kesehatan, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. “Pendekatan terpadu sangat krusial dalam menanggulangi penyakit secara efektif. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk memaksimalkan hasil, baik dalam pencegahan maupun pengendalian penyakit,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi yang dipandu moderator Nyoman Suardani. Narasumber pertama, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD, memaparkan terkait penanganan dan pencegahan DBD. Ia menjelaskan bahwa kasus DBD terus meningkat setiap tahun akibat banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Dalam paparannya, dr. Arya menekankan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, pengaktifan kembali gerakan satu rumah satu jumantik, penggunaan lotion anti nyamuk, hingga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam berkepanjangan.

Sementara itu, narasumber kedua, dr. Suciawan, Sp.A, membahas mengenai peningkatan kasus campak (measles outbreak) yang masih menjadi perhatian dunia kesehatan. Ia menyampaikan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua kasus campak di dunia dengan lebih dari 10 ribu kasus.

Ia menjelaskan gejala campak seperti demam, batuk, pilek, mata merah, dan muncul ruam pada kulit. Menurutnya, imunisasi menjadi langkah utama dalam pencegahan penyebaran virus campak, terutama pada anak-anak.

Selanjutnya, narasumber ketiga, dr. Rabiatul Udawiyah, Sp.KJ, memaparkan mengenai peran caregiver dalam pendampingan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Ia juga menyampaikan pentingnya komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) dalam mendukung proses pendampingan dan pemulihan pasien.

Kegiatan turut diisi dengan sesi diskusi, tanya jawab, penyampaian laporan kegiatan masing-masing puskesmas, serta penyerahan sertifikat kepada para narasumber.

Rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan ditutup dengan pembagian doorprize kepada peserta yang hadir.