Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Serentak di Kecamatan Banjar Dirangkaikan Program Kulkul PKK dan Posyandu, Jadi Momentum Kesadaran Lingkungan
Banjar, 3 Mei 2026 — Pelaksanaan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) yang rutin digelar setiap bulan Mei kembali dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kecamatan Banjar, Minggu (3/5). Kegiatan ini diintegrasikan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG-PKK) serta Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu.
Gerakan serentak ini mengacu pada kebijakan pemerintah terkait pelaksanaan BBGRM Tahun 2026 dengan tema *“Dengan gotong royong yang diintegrasikan dengan Hari Kesatuan Gerak PKK dan Gerakan Kulkul PKK serta Posyandu, kita dayagunakan peran lembaga kemasyarakatan desa sebagai mitra pemerintahan desa.”*
Di Kecamatan Banjar, kegiatan dipusatkan di Desa Banjar, khususnya Banjar Dinas Ambengan yang tengah dipersiapkan mengikuti Lomba Telajakan Bersih tingkat Kabupaten Buleleng. Sejak pagi, masyarakat dari berbagai unsur tampak antusias mengikuti gotong royong.
Kegiatan ini dihadiri Camat Banjar Putu Widiawan, jajaran TP PKK Kabupaten Buleleng, Perbekel Desa Banjar Ida Bagus Dedy Suyasa, Ketua TP PKK Desa, Kepala Puskesmas Banjar I, perangkat desa, kader Posyandu, serta masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemukulan kulkul sebagai tanda dimulainya aksi gotong royong, dilanjutkan dengan pembersihan lingkungan di sepanjang jalur menuju Jalan Segara Banjar. Selain itu, masyarakat juga melakukan pemilahan sampah organik dan non-organik sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat rumah tangga.
Camat Banjar Putu Widiawan yang turut memimpin langsung kegiatan menyampaikan bahwa integrasi BBGRM dengan HKG-PKK dan Gerakan Kulkul menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa dan lembaga kemasyarakatan.
“Melalui momentum ini, kita ingin memberdayakan peran lembaga kemasyarakatan desa sebagai mitra pemerintah desa dalam pembangunan. Gotong royong bukan hanya budaya, tetapi juga kekuatan utama dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah dari sumbernya,” ujarnya.
Sementara itu, kegiatan serupa juga dilaksanakan di desa-desa lain di wilayah Kecamatan Banjar, dipimpin oleh masing-masing perbekel bersama Ketua TP PKK desa dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Dengan dilaksanakannya kegiatan secara serentak ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat serta peran lembaga kemasyarakatan desa semakin optimal dalam mendukung pembangunan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.