(0362) 92503
banjar@bulelengkab.go.id
Kecamatan Banjar

Sosialisasi Sertifikasi Halal Dorong UMKM Banjar Naik Kelas dan Tembus Pasar Nasional

Admin banjar | 17 Mei 2026 | 70 kali

Sosialisasi Sertifikasi Halal Dorong UMKM Banjar Naik Kelas dan Tembus Pasar Nasional

Banjar, 17 Mei 2026 – Ratusan pelaku UMKM se-Kecamatan Banjar mengikuti kegiatan Sosialisasi Sertifikasi Halal yang digelar di Wantilan Desa Banjar, Minggu (17/5). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong produk UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional melalui sertifikasi halal dan peningkatan kualitas produk.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Bina Jaminan Produk Halal BPJPH Republik Indonesia Drs. Mohammad Farid Wadjdi, M.M., Anggota DPR RI Komisi VIII I Ketut Kariasa Adnyana, S.P., Camat Banjar Putu Widiawan, S.Sos., Perbekel Banjar Ida Bagus Dedy Suyasa, Ketua Inkubator Bisnis Undiksha, serta akademisi dan pemerhati UMKM dari Undiksha yakni Dr. AA Ngurah Yudha Martin Mahardika, M.Pd. dan Dr. Sunitha Devi, S.E., M.Si., Ak.

Dalam sambutannya, Perbekel Banjar Ida Bagus Dedy Suyasa mengucapkan selamat datang kepada seluruh narasumber dan peserta yang hadir. Ia menekankan pentingnya sertifikasi halal sebagai peluang besar bagi UMKM untuk berkembang lebih luas.

“Produk UMKM yang memiliki label halal tentu akan memiliki daya saing lebih tinggi dan membuka peluang pasar yang semakin luas,” ujarnya.

Ia juga berharap adanya kerja sama berkelanjutan antara pemerintah desa, pelaku UMKM, dan pihak akademisi Undiksha dalam pengembangan usaha masyarakat. Menariknya, Dedy Suyasa tampil dengan busana bernuansa akulturasi budaya sebagai simbol keberagaman di Buleleng.

“Saya ingin menunjukkan bahwa Buleleng adalah hasil akulturasi budaya, ada Hindu, Cina, Muslim dengan gaya modern. Produk-produk UMKM kita juga sudah mulai masuk pasar nasional dan harus terus kita dorong bersama,” katanya.

Sementara itu, Camat Banjar Putu Widiawan, S.Sos. menyampaikan apresiasi atas antusiasme para pelaku UMKM yang hadir. Ia menjelaskan bahwa saat ini Kecamatan Banjar telah memiliki asosiasi UMKM “Singa Ratna” dengan sekitar 66 pelaku UMKM aktif dan lebih dari 100 jenis produk unggulan.

“Potensi UMKM di Kecamatan Banjar sangat besar. Dari 17 desa yang ada, masing-masing memiliki produk unggulan dan karakteristik berbeda. Kami juga telah memfasilitasi ruang pajang produk UMKM sebagai bentuk dukungan promosi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih luas kepada masyarakat mengenai pentingnya sertifikasi halal bagi pengembangan usaha.

Direktur Bina Jaminan Produk Halal BPJPH, Drs. Mohammad Farid Wadjdi, M.M., dalam paparannya menjelaskan bahwa pemerintah saat ini memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk memperoleh sertifikasi halal secara gratis.

“Kami memiliki pendamping halal di Provinsi Bali yang siap membantu langsung ke lokasi usaha bapak dan ibu. Semua proses berbasis online dan biaya sertifikasi halal gratis nol rupiah,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa BPJPH memfasilitasi sekitar 1 juta 350 ribu sertifikat halal gratis di seluruh Indonesia, termasuk Bali.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi VIII I Ketut Kariasa Adnyana, S.P., menegaskan bahwa sertifikasi halal bukan hanya soal ketentuan agama, tetapi juga menjadi standar kualitas produk yang mampu meningkatkan nilai jual UMKM.

“Produk yang dikemas dengan baik, memiliki izin dan sertifikasi halal akan memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi. Buleleng sejak dulu dikenal sebagai pusat perdagangan Bali dan Nusa Tenggara, sehingga semangat kewirausahaan harus terus dibangkitkan,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah dengan kemasan menarik agar mampu bersaing di pasar modern.

Kegiatan sosialisasi secara resmi dibuka oleh I Ketut Kariasa Adnyana dan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi mengenai proses sertifikasi halal, penguatan legalitas usaha, hingga strategi pengembangan UMKM berbasis kualitas dan daya saing produk.