Evaluasi Cek Kesehatan Gratis 2026, Kecamatan Banjar Didorong Tingkatkan Capaian Target CKG
Buleleng – Kasi Pelayanan Terpadu (Paten) Kecamatan Banjar, Ni Made Swastrini, mewakili Camat Banjar menghadiri kegiatan Rapat Pertemuan Evaluasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tahun 2026 yang berlangsung di Lovina Heaven Boutique Resort, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dr. Sucipto, perwakilan camat se-Kabupaten Buleleng, serta perwakilan puskesmas se-Kabupaten Buleleng. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan doa bersama.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dr. Sucipto sekaligus membuka kegiatan evaluasi menyampaikan bahwa pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Buleleng tahun 2026 ditargetkan mencapai angka 46 persen. Untuk itu, seluruh pihak diminta turut mendukung dan memperkuat sinergi guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut.
Pada kesempatan itu juga dilakukan pemberian penghargaan kepada pelaksana CKG dengan capaian terbanyak. Kecamatan Buleleng berhasil meraih capaian tertinggi dengan jumlah peserta sebanyak 1.886 orang, sementara Kecamatan Banjar tercatat mencapai 928 peserta.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan materi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng terkait Kebijakan Kesehatan Kabupaten Buleleng. Selanjutnya, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Provinsi Bali memaparkan materi mengenai sistem penginputan dan pelaporan CKG melalui Aplikasi ASIK.
Materi berikutnya disampaikan oleh dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD, yang mengangkat tema kewaspadaan terhadap penyakit degeneratif dan obesitas sebagai tantangan kesehatan masyarakat saat ini.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Kabupaten Buleleng memaparkan progres pelaksanaan Program CKG Tahun 2026 di Kabupaten Buleleng. Dalam paparannya disampaikan bahwa masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan program, di antaranya rendahnya kesadaran masyarakat untuk datang ke fasilitas kesehatan guna memperoleh layanan CKG, belum maksimalnya fungsi koordinator maupun admin di masing-masing puskesmas dalam monitoring dan analisis laporan CKG, serta masih kurangnya komitmen bersama petugas dalam mencapai target program.
Untuk mengatasi kendala tersebut, seluruh pihak diminta melakukan berbagai strategi percepatan penginputan data CKG, berinovasi dalam pelaksanaan program, serta memperkuat keterlibatan lintas sektor agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal.
Kegiatan evaluasi ditutup oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Kabupaten Buleleng dengan harapan program Cek Kesehatan Gratis dapat semakin maksimal dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Buleleng.