Kecamatan Banjar Hadiri Rapat Implementasi Pelayanan Balita dan Strategi Penanganan Stunting Tahun 2026
Banjar, 25 Juni 2026 – Plt. Kasi Sosial dan Budaya Kecamatan Banjar, Nyoman Kusumananda, menghadiri Rapat Implementasi Pelayanan Balita dan Rencana Strategis Peningkatan Cakupan Kualitas Pelayanan Tahun 2026 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Puskesmas Banjar I, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Tim Kerja Kesehatan Ibu dan Anak Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait yang memiliki peran dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak serta percepatan penanganan stunting di wilayah Kecamatan Banjar.
Dalam pemaparannya disampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut tingginya angka stunting yang masih ditemukan di Kecamatan Banjar. Berdasarkan data yang dihimpun dari wilayah kerja Puskesmas Banjar I, tercatat sebanyak 165 balita terindikasi stunting yang tersebar di beberapa desa, yakni Desa Banjar sebanyak 17 balita, Desa Pedawa 9 balita, Desa Tigawasa 15 balita, Desa Cempaga 19 balita, Desa Sidetapa 41 balita, Desa Tampekan 3 balita, Desa Banjar Tegeha 3 balita, Desa Banyuseri 9 balita, Desa Dencarik 6 balita, Desa Temukus 11 balita, dan Desa Kaliasem sebanyak 32 balita.
Dari jumlah tersebut, baru 16 balita yang telah mendapatkan penanganan lanjutan dan dirujuk ke dokter spesialis anak. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya yang lebih intensif dan kolaboratif dalam penanganan stunting agar seluruh balita yang terindikasi dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal.
Dalam rapat juga terungkap sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan, di antaranya masih banyak balita yang terindikasi stunting belum memiliki jaminan kesehatan serta belum lengkapnya administrasi kependudukan. Kondisi tersebut menjadi salah satu hambatan dalam proses rujukan dan penanganan medis yang lebih lanjut.
Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah kecamatan diharapkan dapat memberikan dukungan dalam proses pengurusan administrasi kependudukan maupun kepesertaan jaminan kesehatan bagi balita yang terindikasi stunting. Selain itu, kecamatan juga diminta untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa guna mengidentifikasi dampak kebijakan pengurangan anggaran terhadap tingkat kehadiran balita di Posyandu.
Dalam forum tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan selaku Ketua Posyandu Kecamatan juga diharapkan dapat memetakan kondisi Posyandu di masing-masing desa sehingga berbagai kendala dan hambatan yang terjadi dapat segera dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk memperoleh solusi yang tepat.
Salah satu permasalahan yang menjadi perhatian dalam rapat adalah kegiatan Posyandu di Desa Tigawasa yang pada tahun 2026 tidak menganggarkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian bersama mengingat PMT merupakan salah satu upaya pendukung dalam pencegahan dan penanganan stunting.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Puskesmas, PKK, dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya menurunkan angka stunting di Kecamatan Banjar serta meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak menuju generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan diakhiri dengan diskusi serta penyusunan langkah-langkah strategis yang akan ditindaklanjuti oleh masing-masing pihak sesuai kewenangannya.