(0362) 92503
banjar@bulelengkab.go.id
Kecamatan Banjar

Rakor Persiapan BIAS 2026, Kecamatan Banjar Dukung Sukses Imunisasi dan Pembentukan Desa Siaga TBC

Admin banjar | 22 Juli 2026 | 73 kali

Rakor Persiapan BIAS 2026, Kecamatan Banjar Dukung Sukses Imunisasi dan Pembentukan Desa Siaga TBC

Buleleng, 22 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Rabu (22/7).

Kecamatan Banjar pada kegiatan tersebut diwakili oleh Plt. Kasi Sosial Budaya (Sosbud) Nyoman Kusumananda didampingi staf Sosbud Made Sukirta. Rakor dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Dinas Sosial, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfo), Kementerian Agama, para Camat se-Kabupaten Buleleng, serta para Kepala Puskesmas.

Rapat dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P., yang menekankan pentingnya komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat melalui program imunisasi.

Dalam arahannya disampaikan bahwa kanker serviks merupakan penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi HPV pada usia yang tepat. Saat ini, imunisasi HPV juga diberikan kepada anak laki-laki sebagai upaya memberikan perlindungan yang lebih luas terhadap infeksi Human Papillomavirus (HPV), mengingat laki-laki juga berisiko terinfeksi sepanjang hidup dan berpotensi menjadi sumber penularan.

Pada rakor tersebut dijelaskan bahwa BIAS merupakan program nasional yang dilaksanakan dua kali setiap tahun, yaitu pada bulan Agustus dan November, dengan sasaran peserta didik SD/MI atau sederajat. Program ini bertujuan mencegah berbagai penyakit seperti difteri, tetanus, campak, rubella, serta kanker leher rahim melalui pemberian imunisasi sesuai jadwal.

Selain imunisasi rutin HPV bagi anak usia 11 tahun atau siswa kelas V SD/MI, juga dilaksanakan imunisasi kejar bagi anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi, dengan sasaran siswa kelas VI SD dan kelas IX SMP.

Salah satu tantangan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan imunisasi adalah adanya penolakan dari beberapa sekolah. Menyikapi hal tersebut, Disdikpora menyatakan kesiapan untuk memperkuat sosialisasi kepada sekolah-sekolah melalui kolaborasi dengan Kominfo menggunakan media Zoom, serta melibatkan Kementerian Agama beserta para penyuluh guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya vaksin HPV.

Di akhir rakor, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng juga mengharapkan dukungan seluruh kecamatan untuk mendorong setiap desa membentuk Desa Siaga Tuberkulosis (TBC) sebagai langkah nyata dalam percepatan penanggulangan penyakit TBC di tingkat masyarakat.

Melalui sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, serta dukungan masyarakat, diharapkan pelaksanaan BIAS Tahun 2026 dapat berjalan optimal sehingga mampu meningkatkan cakupan imunisasi dan mewujudkan generasi Buleleng yang lebih sehat, kuat, dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.