(0362) 92503
banjar@bulelengkab.go.id
Kecamatan Banjar

Musdes Rembuk Stunting Desa Tirtasari Bahas Percepatan Penurunan Stunting dan Penguatan Tata Kelola Desa

Admin banjar | 22 Juni 2026 | 176 kali

Musdes Rembuk Stunting Desa Tirtasari Bahas Percepatan Penurunan Stunting dan Penguatan Tata Kelola Desa

Tirtasari, 22 Juni 2026 – Pemerintah Desa Tirtasari menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Rembuk Stunting yang berlangsung di Arena Desa Tirtasari, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur pemerintah, tenaga kesehatan, serta lembaga desa sebagai bentuk komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Pembangunan Kecamatan Banjar, Komang Sarinadi, Kepala Dinas PMDPPKB Kabupaten Buleleng yang diwakili oleh Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat, Dewa Nyoman Suarjana Putra, perwakilan Puskesmas Banjar II, Ketua BPD Desa Tirtasari beserta anggota, Perbekel Desa Tirtasari dan perangkat desa, Ketua TP PKK Desa Tirtasari, Pendamping Lokal Desa (PLD), unsur adat, TPPS Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), serta para kader posyandu Desa Tirtasari.

Rembuk Stunting dibuka oleh Ketua BPD Desa Tirtasari dan dilanjutkan dengan pembahasan berbagai strategi percepatan penurunan stunting. Dalam sambutannya, Perbekel Desa Tirtasari memaparkan kondisi stunting yang masih menjadi perhatian di desa, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi serta potensi desa yang dapat dioptimalkan untuk mendukung penanganan stunting.

Perbekel juga menjelaskan sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah desa, di antaranya melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada sasaran keluarga yg berisiko stunting serta optimalisasi pelayanan Posyandu sebagai sarana pemantauan kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita secara berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Kasi Pembangunan Kecamatan Banjar, Komang Sarinadi, memberikan arahan kepada seluruh kader Posyandu agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan yang maksimal dan berkesinambungan sangat penting untuk memastikan seluruh sasaran, baik ibu hamil, balita maupun kelompok rentan lainnya, mendapatkan perhatian dan pendampingan yang optimal.

"Kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pemantauan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan agar upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif," ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan capaian target penanganan stunting oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Tirtasari, diskusi bersama peserta, serta penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung percepatan penurunan stunting di desa.

Usai pelaksanaan Musdes Rembuk Stunting, agenda dilanjutkan dengan Musyawarah Desa terkait Kesepakatan Kerja Sama antara pemerintah desa dengan Kejaksaan Negeri Buleleng. Kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas penanganan masalah Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara, baik di dalam maupun di luar pengadilan, khususnya bagi desa-desa di Kabupaten Buleleng, termasuk Desa Tirtasari.

Selain itu, musyawarah juga membahas dan menyepakati pagu Program Penyediaan Water Intake Komunal (PWIK) yang akan dimanfaatkan untuk perbaikan sarana dan prasarana air bersih di Desa Tirtasari. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan air bersih yang layak dan berkelanjutan.

Melalui rangkaian musyawarah ini, Desa Tirtasari menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembangunan desa, baik melalui peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, penguatan tata kelola pemerintahan desa, maupun penyediaan infrastruktur dasar yang mendukung kesejahteraan masyarakat.