(0362) 92503
banjar@bulelengkab.go.id
Kecamatan Banjar

Kecamatan Banjar Hadiri Pembukaan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Desa Tirtasari

Admin banjar | 26 Februari 2026 | 44 kali

Banjar, 26 Februari 2026 — Pemerintah Desa Tirtasari menggelar Pembukaan Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 yang bertempat di Aula Desa Tirtasari, Kamis (26/2). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasi Pembangunan  Komang Sarinadi, yang mewakili Camat Banjar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perbekel beserta Perangkat Desa Tirtasari, Kapolsek, Ketua BPD, Ketua LPM, Ketua TP PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kelian Desa Adat, Saba Desa, Kerta Desa, serta anggota Linmas.

Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan persembahan Tari Pendet yang dibawakan oleh anggota PKK Desa Tirtasari. Suasana pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebudayaan.

Dalam sambutannya, Perbekel Desa Tirtasari menyampaikan bahwa pelaksanaan Bulan Bahasa Bali merupakan bentuk komitmen desa dalam menjaga dan melestarikan bahasa, aksara, serta sastra Bali sebagai warisan budaya leluhur. Ia berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan masyarakat terhadap budaya Bali.

Sementara itu, Camat Banjar yang diwakili oleh Kasi Pembangunan secara resmi membuka kegiatan lomba Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026. Dalam sambutannya disampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Tirtasari karena sudah melaksanakan kegiatan Bulan Bahasa Bali sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang perlindungan dan penggunaan bahasa, aksara dan sastra bali serta penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali serta ucapan terimakasih atas partisipasi aktif masyarakat Desa Tirtasari dalam mendukung program pelestarian bahasa dan budaya Bali.

Adapun lomba yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Desa Tirtasari meliputi:

Lomba Nyurat Aksara Bali yang diikuti oleh siswa SD se-Tirtasari.

Lomba Mesatue Bali yang diikuti oleh Krama Istri.

Melalui kegiatan ini diharapkan semangat melestarikan bahasa Bali dapat terus tumbuh, baik di kalangan generasi muda maupun masyarakat secara luas, sehingga nilai-nilai budaya Bali tetap terjaga dan diwariskan secara berkelanjutan.