Banjar, 9 Februari 2026 – Sekretaris Camat (Sekcam) Banjar, Ni Luh Srinadi Ajeng Kartini, menghadiri Pertemuan Evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan di Aneka Hotel Lovina, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya evaluasi dan percepatan pencapaian target layanan CKG di Kabupaten Buleleng.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. Dalam sambutannya disampaikan bahwa Program CKG merupakan langkah strategis Pemerintah dalam memberikan dukungan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui deteksi dini penyakit secara gratis. Keberhasilan program ini sangat membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh stakeholder agar target layanan CKG dapat tercapai secara optimal.
Sebagai narasumber pertama, Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Dinas Kesehatan Provinsi Bali, drg. Desak Gede Eka Variasih, MAP, memaparkan bahwa berdasarkan data per 30 Desember 2025, capaian target layanan CKG di Kabupaten Buleleng masih tergolong rendah, yakni baru mencapai 6,62 persen dari target yang ditetapkan. Rendahnya capaian tersebut dipengaruhi oleh beberapa hambatan, antara lain persepsi masyarakat yang merasa sehat sehingga tidak memerlukan pemeriksaan, keterbatasan anggaran dan kebijakan penyediaan alat kesehatan, serta keterbatasan sarana dan prasarana teknologi informasi pendukung pelaksanaan CKG di luar gedung fasilitas kesehatan.
Selanjutnya, narasumber kedua Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Agus Putu Agung, MAP, menyampaikan materi terkait tata laksana serta penerapan aplikasi dalam pelaksanaan CKG. Ia menekankan pentingnya strategi penyebarluasan informasi program melalui media massa, media sosial, serta siaran keliling ke wilayah kecamatan dan desa sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan capaian target CKG.
Narasumber ketiga dari Dinas PMD, PP dan KB Kabupaten Buleleng, Dewa Nyoman Suarjana, menyampaikan materi tentang Percepatan Pencapaian 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu. Dalam paparannya dijelaskan bahwa berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, terdapat perubahan mendasar dalam pelaksanaan Posyandu yang kini lebih tersistem dan kompleks. Posyandu tidak hanya mencakup layanan kesehatan, namun juga bidang sosial, pendidikan, serta ketenteraman dan ketertiban umum (trantibumlinmas). Oleh karena itu, kader Posyandu dituntut memiliki pemahaman yang mendasar dan menyeluruh terkait fungsi serta pelaksanaan Posyandu.
Pada sesi diskusi umum dan penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) dalam percepatan pencapaian persentase CKG, peserta pertemuan menyepakati beberapa langkah strategis, yaitu meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat CKG, memperkuat koordinasi antar leading sektor, pemenuhan sumber daya manusia dan sarana pelayanan di fasilitas kesehatan, serta penataan dan ketertiban data serta administrasi.
Melalui kegiatan ini diharapkan sinergi lintas sektor semakin kuat sehingga pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyaraka