(0362) 92503
banjar@bulelengkab.go.id
Kecamatan Banjar

Upacara Pecaruan Serangkaian Hari Raya Nyepi Digelar di Halaman Kantor Camat Banjar

Admin banjar | 28 Maret 2025 | 148 kali

Banjar, 28 Maret 2025 – Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1947, upacara Pecaruan dilaksanakan di halaman Kantor Camat Banjar pada Jumat (28/3). Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Banjar, I Made Mardika, beserta staf kantor camat dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Upacara Pecaruan merupakan salah satu rangkaian penting dalam perayaan Hari Raya Nyepi. Pecaruan adalah ritual penyucian yang bertujuan untuk menyeimbangkan kembali alam semesta dan mengharmoniskan hubungan antara manusia dengan lingkungannya, sesuai dengan konsep Tri Hita Karana dalam ajaran Hindu. Melalui prosesi ini, umat Hindu memohon kesejahteraan dan keharmonisan bagi alam semesta sebelum memasuki Hari Raya Nyepi yang sarat dengan makna penyucian diri dan refleksi spiritual.

Dalam prosesi ini, berbagai sesajen seperti banten caru disiapkan dan dipersembahkan kepada Bhuta Kala, sebagai simbol penyucian dan pemulihan keseimbangan energi negatif di alam. Ritual ini juga menjadi wujud penghormatan terhadap makhluk-makhluk yang tak kasat mata agar tidak mengganggu ketenteraman hidup manusia.

Camat Banjar, I Made Mardika,  menyampaikan bahwa Pecaruan bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sarana untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dan hidup berdampingan dengan harmonis.

"Melalui upacara ini, kita diajak untuk selalu menjaga keharmonisan dengan alam dan sesama manusia. Hari Raya Nyepi bukan hanya momentum untuk introspeksi diri, tetapi juga sebagai wujud nyata kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar," ujar I Made Mardika.

Setelah pelaksanaan Pecaruan, rangkaian perayaan Nyepi akan dilanjutkan dengan Tawur Kesanga, Pengerupukan, serta puncaknya pada Hari Raya Nyepi, di mana umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian yang terdiri dari amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).

Kegiatan Pecaruan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh makna, sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan alam semesta dan memperkuat spiritualitas masyarakat Hindu dalam menyongsong Tahun Baru Saka 1947.(pas)