(0362) 92503
banjar@bulelengkab.go.id
Kecamatan Banjar

Camat Banjar Buka Rapat Koordinasi Manajemen Risiko Bersama Inspektorat Kabupaten Buleleng

Admin banjar | 22 Januari 2026 | 45 kali

Banjar, 22 Januari 2026 — Bertempat di Ruang Rapat Kantor Camat Banjar, Camat Banjar Putu Widiawan membuka secara resmi Rapat Koordinasi Manajemen Risiko yang dihadiri oleh Sekretaris Camat Banjar, para Kepala Seksi (Kasi), staf Kantor Camat Banjar, serta Tim dari Inspektorat Kabupaten Buleleng.

Rapat koordinasi ini menghadirkan Tim Inspektorat Kabupaten Buleleng yang diketuai oleh Ibu Weda Saraswati selaku Pengendali Teknis, didampingi oleh jajaran tim Inspektorat dalam rangka memberikan pendampingan dan penguatan penerapan manajemen risiko di lingkungan Kecamatan Banjar.

Dalam arahannya, Camat Banjar Putu Widiawan menegaskan bahwa penerapan manajemen risiko merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel. Ia menekankan bahwa setiap perangkat kecamatan wajib memahami serta mampu mengidentifikasi potensi risiko dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, baik yang berkaitan dengan administrasi, keuangan, maupun pelayanan publik.

“Melalui penerapan manajemen risiko, kita dapat meminimalisir kesalahan, mencegah terjadinya penyimpangan, serta meningkatkan efektivitas kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan penuh tanggung jawab,” ujar Camat Banjar.

Sementara itu, Ketua Tim Inspektorat Kabupaten Buleleng sekaligus Pengendali Teknis, Ibu Weda Saraswati, dalam arahannya menyampaikan bahwa manajemen risiko merupakan instrumen penting dalam Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Ia menjelaskan bahwa setiap perangkat daerah, termasuk kecamatan, memiliki kewajiban untuk menyusun dan menerapkan manajemen risiko secara sistematis dan berkelanjutan.

“Manajemen risiko bukan hanya sebatas pemenuhan administrasi, tetapi menjadi dasar dalam pengambilan keputusan serta upaya pencegahan terhadap potensi permasalahan yang dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi,” jelasnya.

Ibu Weda Saraswati juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur organisasi dalam proses identifikasi, analisis, dan pengendalian risiko. Menurutnya, risiko harus dipetakan sejak tahap perencanaan kegiatan, sehingga langkah mitigasi dapat disiapkan lebih awal dan dilaksanakan secara efektif.

Lebih lanjut, Tim Inspektorat Kabupaten Buleleng mendorong agar hasil rapat koordinasi ini ditindaklanjuti dengan penyusunan dokumen manajemen risiko yang selaras dengan kondisi riil di lapangan serta dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Rapat koordinasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman aparatur Kecamatan Banjar dalam penerapan manajemen risiko serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pemerintahan yang profesional, bersih, dan berintegritas.