Banjar, 19 Maret 2025 – Puskesmas Banjar I menggelar Minilokakarya Lintas Sektor sebagai forum koordinasi dalam bidang kesehatan di wilayah kerjanya. Acara yang berlangsung di Puskesmas Banjar I ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan Polsek Banjar, Koramil Banjar, serta Pemerintah Kecamatan Banjar yang diwakili oleh Kasi Sosial dan Budaya, Luh Sucitastrining. Selain itu, turut hadir petugas Kesehatan Hewan (Keswan), Perbekel, Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta Kader Pembangunan Manusia (KPM) dari desa-desa yang berada dalam cakupan layanan Puskesmas Banjar I.
Minilokakarya ini bertujuan untuk menyampaikan program-program kesehatan yang telah dan belum terlaksana, serta membahas berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan. Selain itu, pertemuan ini menjadi wadah bagi berbagai sektor untuk bersinergi dalam mencari solusi guna meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Dalam sambutan pembukaannya, Camat Banjar yang diwakili oleh Kasi Sosbud, Luh Sucitastrining, menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Melalui Minilokakarya ini, kita dapat mengetahui kendala yang dihadapi di lapangan dan mencari solusi terbaik bersama. Partisipasi aktif dari seluruh pihak sangat diperlukan agar program kesehatan dapat berjalan efektif,” ujarnya.
Kepala Puskesmas Banjar I dalam presentasinya memaparkan berbagai program kesehatan yang telah dilaksanakan serta inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan layanan kesehatan di wilayahnya. Beberapa program unggulan yang telah berjalan antara lain:
Peningkatan SKDN (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon) Posyandu
Pendampingan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) yang Gelisah
PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) untuk Penanggulangan DBD
Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi Masyarakat yang Berulang Tahun
Minilokakarya ini menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan ditindaklanjuti oleh Puskesmas Banjar I bersama dengan berbagai sektor terkait. Dengan adanya forum ini, diharapkan koordinasi antara instansi kesehatan dan perangkat desa semakin kuat, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih optimal.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran serta dalam menjaga kesehatan lingkungan serta mendukung program-program kesehatan yang telah dicanangkan.(pas)