(0362) 92503
banjar@bulelengkab.go.id
Kecamatan Banjar

Mini Lokakarya Puskesmas Banjar I Bahas Peningkatan Penyakit Tidak Menular hingga Percepatan Penanganan Stunting

Admin banjar | 01 Juli 2026 | 268 kali

Mini Lokakarya Puskesmas Banjar I Bahas Peningkatan Penyakit Tidak Menular hingga Percepatan Penanganan Stunting

Banjar – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat terus diperkuat melalui pelaksanaan Mini Lokakarya yang digelar di Ruang Rapat Puskesmas Banjar I, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk mengevaluasi capaian program kesehatan sekaligus menyusun langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan di wilayah Kecamatan Banjar.

Rapat dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Pemerintah Kecamatan Banjar yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt.) Kasi Sosial Budaya bersama staf Tri Laksmi dan staf pembangunan Yuni Astini, Kapolsek Banjar, Danramil Banjar, Koordinator Disdikpora Kecamatan Banjar, Kepala Keswan Kecamatan Banjar, Koordinator PLKB Kecamatan Banjar, para perbekel dan perwakilan pemerintah desa, serta jajaran Poskesdes dari Desa Banjar, Tegeha, Sidetapa, Tampekan, dan Dencarik.

Dalam forum tersebut, peserta membahas sejumlah isu kesehatan yang menjadi perhatian bersama. Salah satu fokus utama adalah meningkatnya kasus penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diabetes melitus, kasus perawatan luka, serta pelayanan pemeriksaan kehamilan.

Peningkatan kasus PTM dinilai dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari faktor genetik dan epigenetik hingga pola hidup masyarakat, seperti pola makan yang kurang sehat, minimnya aktivitas fisik, kurang istirahat, tingkat stres yang tinggi, serta kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Melalui mini lokakarya ini, seluruh pemangku kepentingan didorong untuk memperkuat upaya promotif dan preventif guna menekan angka kejadian penyakit tidak menular.

Selain itu, rapat juga menegaskan kembali penerapan protokol penanganan kasus rabies sesuai ketentuan yang berlaku. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan melaksanakan tata laksana penanganan korban gigitan hewan penular rabies sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), sehingga pasien memperoleh pelayanan yang cepat dan tepat.

Pembahasan lainnya menyangkut penanganan kasus gigitan ular. Dalam kesempatan tersebut disampaikan edukasi bahwa korban gigitan ular tidak dianjurkan melakukan tindakan seperti menyayat atau menyedot luka. Korban diminta meminimalkan gerakan tubuh dan segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis yang sesuai.

Mini lokakarya juga memaparkan capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga bulan Mei 2026. Puskesmas Banjar I berhasil mencatat capaian sebanyak 6.457 peserta, sedangkan Puskesmas Banjar II mencapai 4.863 peserta. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit.

Di samping itu, forum turut membahas perkembangan penanganan stunting sebagai salah satu program prioritas nasional. Seluruh peserta berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan angka stunting melalui peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, edukasi gizi, serta pendampingan keluarga berisiko stunting.

Melalui pelaksanaan Mini Lokakarya ini diharapkan koordinasi antarinstansi semakin solid, sehingga berbagai program kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Banjar.