(0362) 92503
banjar@bulelengkab.go.id
Kecamatan Banjar

Peletakan Batu Pertama Penataan Titik 0 Singaraja, Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Didampingi Pimpinan OPD Laksanakan Persembahyangan Bersama

Admin banjar | 20 Februari 2026 | 96 kali

Peletakan Batu Pertama Penataan Titik 0 Singaraja, Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Didampingi Pimpinan OPD Laksanakan Persembahyangan Bersama

Buleleng — Camat Banjar Putu Widiawan menghadiri persembahyangan bersama di kawasan Tugu Singa Ambara Raja, Jumat (20/2/2026). Kegiatan ini diikuti pimpinan OPD dan BUMD se-Kabupaten Buleleng sebagai rangkaian dimulainya penataan ulang kawasan Titik Nol Singaraja.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng melakukan peletakan batu pertama pembangunan kawasan, termasuk titik nol dan pembangunan Gedung Laksmi Graha sebagai penanda dimulainya proyek strategis daerah.

Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Pemerintah Kabupaten Buleleng memulai proyek penataan kawasan Titik Nol Singaraja dengan nilai anggaran sekitar Rp24,43 miliar. Proyek yang dimulai Februari 2026 ini ditargetkan rampung pada Juli 2026, dengan tujuan memperkuat identitas heritage kota, membangun ruang terbuka hijau (RTH), serta menata utilitas kota agar lebih rapi dan estetis.

Tahap awal pekerjaan ditandai dengan pembongkaran sejumlah bangunan lama, termasuk Gedung Wanita Laksmi Graha, eks Kantor Satpol PP, serta pagar rumah jabatan bupati. Penataan kawasan mengusung konsep pelestarian warisan budaya dengan menonjolkan keberadaan Tugu Singa Ambara Raja sekaligus mengonservasi bangunan bersejarah di sekitarnya, seperti kantor Bappeda dan Disdikpora.

Secara fisik, proyek mencakup pembangunan RTH di sisi timur dan barat kawasan, penataan area tugu, Jalan Krisna, serta simpang Catus Pata. Selain itu, kabel listrik, jaringan telekomunikasi, dan pipa PDAM akan dipindahkan ke bawah tanah guna meningkatkan estetika kawasan pusat kota.

Pembangunan kembali Gedung Laksmi Graha juga dilakukan secara paralel oleh kontraktor pelaksana. Seluruh rangkaian penataan ini diharapkan mampu menjadikan pusat Kota Singaraja lebih tertata, ramah bagi masyarakat, sekaligus memperkuat nilai sejarah dan identitas Kabupaten Buleleng.

Melalui kegiatan persembahyangan dan peletakan batu pertama ini, pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam pembangunan yang tetap menghormati nilai budaya dan kearifan lokal.