Ngaben merupakan upaya
untuk meleburkan raga manusia di dunia agar dapat bergabung dengan alam
semesta. Upacara ini juga bertujuan untuk menyucikan roh orang yang telah meninggal
dan mengembalikan unsur Panca Maha Bhuta kepada Tuhan.
Upacara adat Ngaben merupakan sebuah ritual
yang dilakukan untuk mengirim jenazah pada kehidupan mendatang. Ngaben merupakan ritual wajib yang
dilakukan bagi umat Hindu jika satu keluarga meninggal, karena jika manusia meninggal dunia maka perlu
dilakukan upacara ini untuk mempercepat proses kembalinya badan kasar ke alam
asalnya.
Upacara Ngaben terbagi menjadi tiga jenis yaitu: Ngaben sawa Wedana, Ngaben Asti Wedana,
dan Swasta. Upacara Ngaben Sawa Wedana dilakukan setelah jenazah diawetkan
sebelum waktu ritual pembakaran berlangsung. Sementara itu, Ngaben Asti Wedana
dilakukan setelah jenazah dikubur terlebih dahulu.
Kamis, 5 Desember
2024, bertempat di Desa Pakraman Denarik, dilaksanakan upacara pengabenan, sebanyak 20 Dadia yang mengikuti Ngaben Desa, dengan
jumlah sawe 79, Nyekah 25 dan Ngerapuh/ngelungah 49, Pj.Bupati Buleleng yang
diwakili Camat Banjar, I Made Mardika,SE., menghadiri kegiatan pengabenan,
dihadiri pula, PJ.Gubernur Bali, yang diwakili bagian Biro Organisasi Provinsi
Bali, Bupati Badung/Wakil Gebernur terpilih, Nyoman Giri Prasta, Muspika,
Perbekel se Kecamatan Banjar, PHDI, MDA Keamatan Banjar, dalam kesempatan itu
Camat Banjar, menyampaiakn Punia Pj.Bupati Buleleng sebesar Rp.5.000,000,- dan
Bupati Badung Nyoman Giriprasta juga memberikan bantuan dana punia
Rp.50.000,000,-
#ASNBERAKHLAK
#BANGGAMELAYANI
#KCBPASTIBISA