(0362) 92503
banjar@bulelengkab.go.id
Kecamatan Banjar

Pendampingan Intervensi Data Balita Stunting dan Disabilitas di Desa Sidatapa dan Pedawa

Admin banjar | 05 Maret 2025 | 79 kali

Banjar, 5 Maret 2025 - Kasi Sosial dan Budaya (Sosbud) Kecamatan Banjar, Luh Suci Tastrining, bersama staf, Ida Bagus Swastika, melakukan fasilitasi dan pendampingan intervensi data balita stunting yang belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) serta data penyandang disabilitas di Desa Sidatapa dan Desa Pedawa. Kedatangan mereka diterima oleh Sekretaris Desa (Sekdes) dan Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) desa setempat.

Dalam upaya menangani permasalahan kesehatan dan kesejahteraan sosial, dokumen persyaratan untuk penerbitan KIS bagi balita stunting serta pendataan penyandang disabilitas saat ini sedang dalam proses tindak lanjut oleh Kasi Kesra masing-masing desa. Data tersebut akan segera dikirim ke pihak Kecamatan Banjar untuk proses lebih lanjut.

Langkah ini merupakan bagian dari sinergi antara Pemerintah Kecamatan Banjar, Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, dan BPJS Kesehatan dalam memastikan bahwa kelompok rentan, seperti balita stunting dan penyandang disabilitas, mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan dan jaminan sosial yang layak. Pemerintah Kabupaten Buleleng terus berkomitmen untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan sosial melalui berbagai program intervensi dan bantuan.

Selain itu, upaya ini juga selaras dengan berbagai program kesehatan yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng, seperti program penanganan stunting terpadu yang melibatkan Posyandu, Puskesmas, dan tenaga kesehatan di tingkat desa. Program ini mencakup pemberian makanan tambahan bagi balita stunting, pemantauan tumbuh kembang anak, serta edukasi gizi bagi orang tua. Untuk penyandang disabilitas, pemerintah daerah juga memiliki program rehabilitasi sosial serta bantuan alat bantu bagi mereka yang membutuhkan.

Diharapkan dengan adanya fasilitasi ini, para balita stunting yang belum memiliki KIS dapat segera memperoleh layanan kesehatan yang optimal, sementara penyandang disabilitas dapat didata secara akurat untuk mendapatkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pemerintah desa juga diimbau untuk terus aktif dalam mendukung program-program kesejahteraan sosial dan kesehatan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.(pas)