Banjar — Kecamatan Banjar mengikuti Technical Meeting Lomba Berbasis Tradisi dan Budaya Masyarakat Bali Tahun 2026 melalui Zoom Meeting yang berlangsung pada Senin, 14 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh Staf Sosial dan Budaya Kecamatan Banjar, Ida Bagus Swastika dan Made Sukirta, bertempat di Ruang Seksi Sosial dan Budaya Kecamatan Banjar.
Technical meeting dibuka dan dipimpin oleh Kepala UPTD Gedong Kertya Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kecamatan se-Kabupaten Buleleng, para dewan juri Lomba Membuat Wayang dan Lomba Prasi, serta para peserta lomba.
Lomba Berbasis Tradisi dan Budaya Masyarakat Bali Tahun 2026 mengusung tema “Penguatan Jati Diri dalam Upaya Memperkuat Identitas Bangsa” dengan subtema “Lestarilah Budayaku”. Tahun ini terdapat dua jenis lomba yang akan dilaksanakan, yakni Lomba Membuat Wayang dan Lomba Prasi.
Pelaksanaan lomba dijadwalkan pada Rabu, 16 September 2026, bertempat di Wantilan Sasana Budaya. Setiap kecamatan diwajibkan mengirimkan satu peserta putra atau putri untuk masing-masing cabang lomba. Untuk Lomba Membuat Wayang, peserta berusia 15 sampai 25 tahun, sedangkan peserta Lomba Prasi maksimal berusia 25 tahun.
Kecamatan Banjar turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan perwakilan dari kalangan pelajar. Lomba Membuat Wayang akan diwakili oleh siswa SMAN 2 Banjar, sementara Lomba Prasi diwakili oleh siswa SMKN 1 Banjar.
Dalam technical meeting juga disampaikan ketentuan subtema masing-masing lomba. Lomba Membuat Wayang mengangkat tokoh Sahadewa, sedangkan Lomba Prasi mengangkat cerita Sutasoma.
Panitia menegaskan bahwa peserta tidak diperkenankan membawa cat pewarna dari rumah. Peserta hanya diperbolehkan menggunakan cat yang telah disediakan oleh panitia. Sementara itu, untuk peralatan pahat, peserta masih diperkenankan membawa dan menggunakan pahat yang dipersiapkan dari rumah.
Technical meeting ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh peserta dan perwakilan kecamatan memahami ketentuan serta teknis pelaksanaan lomba. Keikutsertaan Kecamatan Banjar diharapkan turut mendukung upaya pelestarian seni, tradisi, dan budaya Bali, khususnya dengan memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengenal, mengembangkan, dan melestarikan warisan budaya daerah.