(0362) 92503
banjar@bulelengkab.go.id
Kecamatan Banjar

PLT. KASI SOSIAL KECAMATAN BANJAR HADIRI PEMBUKAAN PAMERAN KAWISESAN DI MUSEUM SOENDA KETJIL

Admin banjar | 20 Oktober 2026 | 37 kali


Buleleng, Selasa, 20 Oktober 2026 – Pelaksana Tugas (Plt.) Kasi Sosial Kecamatan Banjar, Nyoman Kusumananda, bersama staf menghadiri undangan pembukaan Pameran Kawisesan yang diselenggarakan oleh UPTD Gedong Kirtya, bertempat di Museum Soenda Ketjil, kawasan Pelabuhan Tua Buleleng, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan pembukaan pameran berlangsung dengan dihadiri para undangan dari berbagai unsur perangkat daerah dan pihak terkait. Acara diawali dengan Tari Penyambutan Puspanjali, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta doa bersama.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan Ketua Panitia Penyelenggara Pameran Kawisesan. Selanjutnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng menyampaikan sambutan sekaligus secara resmi membuka pameran. Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan kulkul dan pengguntingan pita, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Buleleng serta para undangan dari organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

Pameran Kawisesan diselenggarakan sebagai salah satu upaya pelestarian dan pemanfaatan lontar-lontar koleksi Gedong Kirtya. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana publikasi dan penyebarluasan informasi mengenai kawisesan sebagai bagian dari pengetahuan dan warisan budaya Bali yang memiliki nilai historis serta kearifan lokal.

Pameran ini berlangsung pada 20–26 Oktober 2026 di Museum Soenda Ketjil dengan mengusung tema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali”. Tema tersebut menegaskan pentingnya menjaga dan mewariskan pengetahuan budaya Bali agar tetap dikenal, dipahami, dan dihargai oleh generasi penerus.

Kehadiran Plt. Kasi Sosial Kecamatan Banjar bersama staf dalam kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi dalam agenda pelestarian kebudayaan daerah sekaligus mendukung upaya memperkenalkan kekayaan tradisi dan warisan intelektual Bali kepada masyarakat luas.

Melalui penyelenggaraan Pameran Kawisesan, diharapkan masyarakat semakin mengenal nilai-nilai yang terkandung dalam naskah lontar serta tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga, melestarikan, dan memanfaatkan warisan budaya Bali secara berkelanjutan.